SEKILAS INFO
20-02-2019
  • Selamat Datang di Website SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) DDI SIDRAP
  • TERAKREDITASI INSTITUSI SK : 823/SK/BAN-PT/Akred/PT/VIII/2015
15
Jan 2019
Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa

Pendidikan bukanlah proses mengisi wadah yang kosong. Pendidikan adalah proses menyalakan api pikiran – W.B Yeats

Motivasi dan semangat belajar termasuk salah satu hal yang penting dimiliki bagi peserta didik. Disinilah pentingnya peran dosen sebagai pendidik dan pengajar untuk selalu membangkitkan semangat dan motivasi belajar peserta didiknya. Keller (1983) telah menyusun seperangkat prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, yang disebut sebagai model ARCS, yaitu:

a. Attention (Perhatian)

Perhatian peserta didik muncul karena didorong rasa ingin tahu. Oleh sebab itu, rasa ingin tahu ini perlu mendapat rangsangan, sehingga peserta didik akan memberikan perhatian selama proses pembelajaran. Rasa ingin tahu tersebut dapat dirangsang melalui elemen-elemen yang baru, aneh, lain dengan yang sudah ada, kontradiktif atau kompleks.

Apabila elemen-elemen tersebut dimasukkan dalam rencana pembelajaran, hal ini dapat menstimulus rasa ingin tahu peserta didik. Namun, perlu diperhatikan agar tidak memberikan stimulus yang berlebihan, untuk menjaga efektifitasnya.

b. Relevance (Relevansi)

Relevansi menunjukkan adanya hubungan materi pembelajaran dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik. Motivasi peserta didik akan terpelihara apabila mereka menganggap bahwa apa yang dipelajari memenuhi kebutuhan pribadi atau bermanfaat dan sesuai dengan nilai yang dipegang.

Kebutuhan pribadi (basic need) dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu motif pribadi, motif instrumental dan motif kultural. Motif nilai pribadi (personal motif value), menurut McClelland mencakup tiga hal, yaitu (1) kebutuhan untuk berprestasi (needs for achievement), (2) kebutuhan untuk berkuasa (needs for power), dan (3) kebutuhan untuk berafiliasi (needs for affiliation).

Sementara nilai yang bersifat instrumental, yaitu keberhasilan dalam mengerjakan suatu tugas dianggapm sebagai langkah untuk mnecapai keberhasilan lebih lanjut. Sedangkan niali kultural yaitu apabila tujuan yang ingin dicapai konsisten atau sesuai dengan nilai yang dipegang oleh kelpmpok yang diacu peserta didik, seperti orang tua, teman, dan sebagainya.

c. Confidence (Percaya diri)

Merasa diri kompeten atau mampu, merupakan potensi untuk dapat berinteraksi secara positif dengan lingkungan. Prinsip yang berlaku dalam hal ini adalah bahwa motivasi akan meningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. Harapan ini seringkali dipengaruhi oleh pengalaman sukses di masa lampau. Motivasi dapat memberikan ketekunan untuk membawa keberhasilan (prestasi), dan selanjutnya pengalaman sukses tersebut akan memotivasi untuk mengerjakan tugas berikutnya.

d. Satisfaction (Kepuasan)

Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan. Kepuasan karena mencapai tujuan dipengaruhi oleh konsekuensi yang diterima, baik yang berasal dari dalam maupun luar individu. Untuk meningkatkan dan memelihara motivasi peserta didik, dapat menggunakan pemberian penguatan (reinforcement) berupa pujian, pemberian kesempatan, dan sebagainya.

Motivasi belajar merupakan hal yang amat penting bagi pencapaian kinerja atau prestasi belajar peserta didik. Dalam konteks ini, tentu saja menjadi tugas dan kewajiban dosen untuk senantiasa dapat memelihara dan meningkatkan motivasi belajar peserta didiknya (baca:mahasiswa).

Motivasi dan semangat belajar yang diberikan dosen harus dapat dirasakan dan ditangkap oleh peserta didiknya. Kemudian, peserta didik akan tergerak dengan sendirinya oleh rasa senang dan cinta terhadap belajar. Berikut cara menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa yang mungkin para dosen bisa terapkan.

1. Menggunakan metode dan kegiatan belajar mengajar yang beragam

Melakukan metode dan kegiatan belajar mengajar yang sama secara terus-menerus tentu akan menimbulkan rasa bosan yang berlebihan, hal ini tentu dapat menurunkan semangat belajar para mahasiswa. Apabila mahasiswa sudah merasa bosan tentu akan mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar. Berikanlah variasi belajar sehingga para mahasiswa bisa tetap termotivasi dan konsentrasi dalam belajar. Sesekali dosen harus mencoba metode belajar yang berbeda seperti membuat pembagian peran, studi kasus, simulasi, penugasan berbasis riset, debat, transfer pengetahuan secara singkat, diskusi, presentasi dengan audio-visual dan kerja kelompok kecil

2. Jadikan mahasiswa sebagai peserta aktif

Jangan pernah menjadikan mahasiswa sebagai peserta pasif di kelas. Kenapa demikian? Karena hal tersebut dapat menurunkan minat dan mengurangi rasa keingintahuannya. Gunakanlah metode belajar yang aktif dengan memberikan mereka tugas berupa simulasi penyelesaian suatu masalah untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar. Jangan berikan jawaban apabila tugas tersebut dirasa sanggup dilakukan oleh mahasiswa.

3. Menciptakan suasana kelas yang kondusif

Apabila mahasiswa belajar di suatu kelas yang kondusif, maka mereka cenderung terdorong untuk terus mengikuti proses belajar. Hal ini akan berpengaruh terhadap minat belajarnya dan akan menumbuhkan motivasi belajar secara tidak langsung.

4. Berikan tugas yang proporsional

Memberikan tugas di kelas dan tugas lainnya jangan hanya berorientasi pada nilai dan coba penekanan pada penguasaan materi. Usahakan untuk menggunakan mekanisme nilai seperlunya saja, dan mulailah untuk lebih dekat dengan mereka dengan memperhatikan kelebihan dan kekurangan mereka, serta apa yang bisa mereka tingkatkan. Berikan komentar yang jelas agar mahasiswa dapat langsung memperbaiki tugas mereka apabila dirasa belum cukup.

5. Berikan petunjuk agar sukses dalam belajar

Sampaikanlah pada mereka apa saja yang perlu mereka lakukan. Dan yang terpenting, buatlah mereka yakin bahwa mereka bisa sukses dan bagaimana cara mencapainya.

6. Antusias dalam mengajar

Antusiasme seorang dosen dalam mengajar ternyata salah satu faktor yang penting untuk menumbuhkan motivasi belajar dalam diri para peserta didik. Dosen harus berupaya untuk selalu tampil ceria dan bersemangat serta antusias di depan kelas. Bila dosen terlihat lesu dan kurang bersemangat maka mereka juga akan menunjukkan hal yang demikian.

7.  Pemberian penghargaan untuk memotivasi

Pemberian penghargaan seperti nilai tambahan, hadiah kecil ketika mendapatkan pencapaian yang baik mungkin juga cukup efektif untuk menumbuhkan semangat belajar mereka.

8. Kenali minat Mahasiswa

Setiap mahasiswa tentu memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Disinilah tugas dosen untuk bisa memahami mereka dengan selalu memberikan tanggapan terhadap materi, minat, cita-cita, serta harapan mereka. Pergunakanlah berbagai contoh dalam pembelajaran yang ada kaitannya dengan minat mereka untuk membuat mereka tetap termotivasi dalam belajar.

9. Peduli

Cobalah membangun hubungan yang positif dengan para mahasiswa. Caranya mudah, Anda bisa menceritakan kisah hidup Anda yang positif pada mereka. Umumnya, mahasiswa menunjukkan minat dan motivasi belajar mereka kepada dosen yang memiliki perhatian kepada mereka.

10. Keteladanan

Berikan apresiasi bagi mahasiswa yang menunjukan kelakuan dan kinerja yang baik. Pujian positif dan dorongan secara tidak langsung akan menjadi penggerak yang turut berpengaruh dan memberikan aspirasi bagi mahasiswa yang lain untuk berprestasi.

@Demikianlah urain singkat ini, semoga bermanfaat!

KAMPUS
Jalan Tugu Tani Majelling Watang
Kecamatan Maritengngae
Kabupaten Sidenreng Rappang
SULAWESI SELATAN ~ 91611

INFO KONTAK
0421-3580322
+62811 444 5238
www.staidisidrap.ac.id
staiddisidrap@yahoo.co.id