SEKILAS INFO
12-11-2019
  • Selamat Datan di Website Sekolah Tinggi Agama Islam DDI SIDRAP
16
Oct 2019
0
Pentingkah Attitude Dalam Bingkai Kompetensi Kerja.

Pentingkah Attitude Dalam Bingkai Kompetensi Kerja?, Lalu bagaimana posisi attidude sendiri dalam teori kompetensi dunia kerja kita? Jika melihat gambar dibawah dapat kita simpulkan bahwa Attitude adalah “payung” bagi semua aspek kehidupan kita. Dimanapun kita berada dan kapanpun kita berkarya maka attitude mengambil peran yang dominan.

Attitude seorang wajib dimatangkan dalam proses memperoleh kompetensinya. Apa jadinya sebuah pekerjaan yang rumit jika pekerja terampil dan pekerja ahlinya malas-malasan? Mari kita lihat satu persatu bagaimana membangun attitude seorang pekerja yang berkompeten.

KRITERIA NILAI

Bagaimana cara menilai sebuah unit kompetensi bernama attitude? Untuk menjawabnya kita bisa mulai dengan mendefinisikan dulu apa itu attitude.

Attitude dalam bahasa Indonesia kita sebut sebagai sikap. Yaitu sensitifitas seseorang terhadap aspek-aspek di sekitar kehidupannya baik yang ditumbuhkan karena proses pembelajaran maupun yang ditumbuhkan oleh lingkungan keluarga atau masyarakat secara luas. Dengan kata lain Attitude adalah perbuatan dan sebagainya yang berdasarkan pada pendirian & keyakinan.

Sikap apa saja yang bisa diambil untuk dinilai sebagai sebuah unsur kompetensi?

1. Disiplin.
Seorang tenaga kerja terlatih harus dapat menunjukkan hal positif ini sebagai tanda bahwa dirinya disiplin :

a. Menjalani pembelajaran dengan kesungguhan.
b. Patuh dan ta’at terhadap tata tertib belajar di kelas dan di tempat praktek.
c. Mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas dan di tempat praktek dengan gairah dan partisifatif.

2. Ketelitian/ketepatan/Kecermatan
Dalam dunia kerja terutama dunia, seorang tenaga kerja wajib memiliki ketelitian ketepatan dan kecermatan yang tinggi.

a. Ketelitian (presisi) adalah kesesuaian diantara beberapa data pengukuran yang sama yang dilakukan secara berulang. Tinggi rendahnya tingkat ketelitian hasil suatu pengukuran dapat dilihat dari harga deviasi hasil pengukuran.
b. Ketepatan (akurasi) adalah kesamaan atau kedekatan suatu hasil pengukuran dengan angka atau data yang sebenarnya (true value/ correct result).
c. Kecermatan adalah kedekatan hasil uji antara hasil yang diperoleh dengan nilai yang sebenarnya (true value) atau dengan nilai referensinya (Chown Chung Chan, 2004).

3. Kerapian
Seorang tenaga kerja harus bisa dinilai berdasarkan keteraturan, kebaikan, keapikan, kebersihan, ketertiban proses bekerjanya dan hasil kerjanya.

4. Kebersihan.
Kebersihan tempat kerja sangat terkait dengan program sistim manajemen lingkungan. Dengan tempat kerja yang bersih berarti lokasi kerja terbebas dari sampah-sampah, sehingga setiap pekerja merasa nyaman dalam bekerja. Hal ini harus dimiliki oleh setiap tenaga kerja yang diuji kompetensinya.

5. Kepedulian sesama/Empati
Pekerjaan konstruksi adalah hasil dari sebuah kerja tim. Karenanya Empati antara sesama pekerja konstruksi wajib terbangun. Empati adalah kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan masalah teman sekerja, dan juga bisa diartikan sebagai mengambil perspektif orang lain dalam menghadapi masalah tertentu.

7. Semangat
Semangat kerja seorang tenaga kerja konstruksi menunjukkan sejauh mana dia bergairah dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya didalam perusahaan tempat dimana mereka bekerja. Semangat kerja seorang tenaga kerja konstruksi juga dapat dilihat dari kehadiran, kedisiplinan, ketepatan waktu menyelesaikan pekerjaan, gairah kerja dan tanggung jawab.

Semangat kerja adalah keinginan dan kesungguhan seseorang tenaga kerja untuk mengerjakan pekerjaan dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal. Semangat kerja juga merupakan sesuatu kondisi bagaimana seseorang karyawan melakukan pekerjaan sehari-hari. Semakin tinggi semangat kerja maka akan meningkatkan produktivitas kerja .

Bisa kita ambil kesimpulan bahwa semangat kerja seorang tenaga kerja menunjukkan sejauh mana dia bergairah dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya di dalam perusahaan. Semangat kerja seorang tenaga kerja dapat dilihat dari kehadiran, kedisiplinan, ketepatan waktu menyelesaikan pekerjaan, gairah kerja dan tanggung jawab.

8. Tanggung jawab
Pengertian tanggung jawab dalam Kamus Umum Bahasa Besar Indonesia adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya

Adapun tanggung jawab secara definisi merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

Seorang tenaga kerja wajib dinilai kompetensinya berdasarkan besarnya rasa tanggung jawab yang dapat dipikul atau diselesaikan olehnya dalam suatu masa waktu tertentu atau dalam suatu item pekerjaan tertentu

9. Kemauan belajar
Ini adalah kunci tenaga kerja yang berkompeten. Kemauan belajar pada hakikatnya adalah kemauan atau keinginan untuk mengetahui segala bentuk hal yang tidak kita ketahui. Namun adalah sebuah hukum dalam kehidupan bahwa seorang manusia itu tidak akan bisa mengetahui segala hal yang ada.

Untuk meningkatkannya diperlukan latihan dan keinginan yang kuat dari dalam diri. Menyadari bahwa pengetahuan yang dimiliki masih teramat dangkal mungkin akan dapat membantu kita menaikkan semangat untuk terus-menerus belajar dan meningkatkan kompetensi tanpa henti.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dinilai berdasarkan kompetensi seorang tenaga kerja . Unsur SKILL dan unsur KNOWLEDGE akan mentah dan tidak bisa dijadikan parameter penuh bagi kompetensi seorang tenaga kerja tanpa adanya unsur ATTITUDE.

(lsp3i)

KAMPUS
Jalan Tugu Tani Majelling Watang
Kecamatan Maritengngae
Kabupaten Sidenreng Rappang
SULAWESI SELATAN ~ 91611

INFO KONTAK
0421-3580322
+62811 444 5238
www.staidisidrap.ac.id
staiddisidrap@yahoo.co.id